kalau kamu pemerhati rak majalah tiap awal bulan, dan melihat majalah dewasa yang bulan ini berbonus permen mint. kamu bakal nemu judul yang cukup besar di kovernya. The Fans Story. judul yang gagah.
di artikel tersebut, yang diangkat adalah fans dari band : wali + demasiv + smash, itu untuk kategori mainstreamnya. dan untuk kategori nonmainstreamnya : koil + sid + toni q rastafara. dan ditambah komunitas fans yang tanpa saing di negeri ini apalagi kalo bukan oi dan slankers.
ekspektasi saya menanti terbitnya edisi ini cukup beralasan, karena untuk band koil, yang si reporter jadikan narasumber adalah boit, mastrie dan saya. bagaimana awal mulanya bisa gitu. si reporter menemukan megaloblast.blogspot.com bikinan boit. dimana itu adalah web fans koil tereksis sampai hari ini. si reporter menghubungi boit, boit menghubungi saya, saya dihubungi si reporter, saya balik hubungi boit, dan juga saya balik menghubungi si reporter. jadilah perbincangannya antara si reporter saya, boit ditambah mastrie. bertempat di omuniuum.
ada banyak yang dibicarakan, dari mulai berapa jumlah fans yang ada di komunitas (yang teuing, da ngapain juga diitung-itung) sampai apa saja yang dilakuin selain nonton dan nonton. ga nyampe sejam sih, tapi setengah jam mah lebih. banyak yang disampaikan, dari kenapa si koil ga bikin official fans klub (ga diterusin, dulu kan taun 2004 pernah bikin kkk), sampai beberapa edisi majalah, dan cd kompilasi yang dihasilkan mandiri oleh para fans-nya.
dan pada kemaren lusa saya buka majalahnya dan langsung ke artikel tersebut. wah rada kecewa. artikelnya kurang bagus kata gua mah. kenapa. pertama, katanya main story, sampe si reporternya cari info keluar kota dll. tapi kenapa semua imej / foto-nya gak nyambung dengan yang ditulis. tapi ngambil dari stok imej gitu. sayang sekali. menggelikan saja, katanya membahas cerita fans band-band di Indonesia, tapi foto2 yang dimuat, foto orang bule.
dan untuk rangkaian kata-katanya, saya sih menduga si reporter terpentok kuota maksimal karakter, jadi tidak bisa menulis lebih banyak. dari obrolan-nya, hanya 1 quote yang dimuat, itupun beda, dikit. dan tidak dituliskan nama dari si narasumber. tapi untuk beberapa band lain mah disebutin kok.
dan secara keseluruhan memang beda sih ya, artikel musik yang ditulis oleh majalah musik, dan yang ditulis oleh bukan majalah musik. kaciri.
kalo kata boit sih, hadapilah, media mah emang bodo. hahahaha.. jelas tidak semua. tapi kenapa saya sampe bikin postingan ini, adalah cuma karena, kesalahan penulisan Seperturan.